GAMEFINITY.ID, Jakarta – Steam, platform distribusi game digital terbesar di dunia, baru-baru ini diblokir di Vietnam. Steam dilarang di Vietnam berlaku mulai 7 Mei dan mengejutkan para gamer di seluruh negeri. Apa yang menyebabkan larangan ini? Mari kita lihat lebih dalam.
Alasan Steam Dilarang di Vietnam

Pengguna di forum Steam, Reddit, dan media sosial melaporkan bahwa penyedia layanan internet (ISP) di Vietnam telah memblokir akses ke Steam.
Mereka menyebutkan bahwa ISP sepenuhnya melarang platform ini tanpa pemberitahuan resmi. Seorang perwakilan dukungan dari ISP mengatakan bahwa larangan ini datang “dari atas.”
Ini mengindikasikan adanya perintah dari otoritas yang lebih tinggi, mungkin dari pemerintah. Namun, hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak pemerintah atau ISP terkait.
Baca juga:
Dugaan Pelanggaran Aturan
Dilansir dari VietnamNet, larangan ini mungkin berkaitan dengan regulasi konten game di Vietnam.
Di negara ini, game yang menampilkan kekerasan atau konten dewasa harus melalui proses sensor ketat. Pengembang lokal harus meminta izin sebelum merilis game.
Namun, Steam dilaporkan mendistribusikan game tanpa meminta izin tersebut. Hal ini dianggap melanggar aturan yang berlaku dan menyebabkan ketidakadilan bagi pengembang game lokal.
Seorang perwakilan dari penerbit lokal menyebutkan bahwa Valve, perusahaan induk Steam, tidak mematuhi regulasi yang ada.
Baca juga:
Reaksi Komunitas Gamer Terhadap Steam Dilarang di Vietnam
Komunitas gamer di Vietnam merasa kecewa dengan larangan ini. Mereka mengungkapkan kekecewaan di media sosial dan forum game.
Banyak yang menganggap larangan ini sebagai langkah yang berlebihan dan merugikan mereka sebagai konsumen.
Salah satu komunitas di r/Helldivers bahkan bercanda bahwa larangan ini terjadi beberapa hari setelah mereka menang melawan persyaratan PSN Sony.
Namun, di balik candaan tersebut, jelas ada rasa frustasi dari para gamer yang kehilangan akses ke game favorit mereka. Vietnam bukanlah satu-satunya negara yang menerapkan pembatasan terhadap konten game.
Banyak negara lain juga memiliki regulasi ketat untuk konten game yang mengandung kekerasan atau unsur dewasa. Namun, larangan ini memiliki dampak besar bagi industri game lokal.
Dengan adanya larangan ini, pengembang game lokal mungkin merasa lebih sulit untuk bersaing di pasar.
Mereka harus mematuhi aturan yang ketat, sementara platform seperti Steam dapat mendistribusikan game tanpa hambatan. Hal ini menimbulkan ketidakadilan dan merugikan perkembangan industri game lokal.
Baca juga:
Apa yang Bisa Dilakukan Gamer?
Bagi para gamer di Vietnam, situasi ini tentu sangat menyebalkan. Namun, ada beberapa langkah yang bisa diambil untuk mengatasi situasi ini.
Pertama, gamer bisa menggunakan VPN untuk mengakses Steam. Namun, langkah ini mungkin melanggar kebijakan ISP dan hukum setempat.
Kedua, gamer bisa menyuarakan pendapat mereka melalui media sosial dan forum. Dengan tekanan dari komunitas, mungkin saja pemerintah atau ISP akan mempertimbangkan kembali larangan ini.
Ketiga, mendukung pengembang game lokal dengan membeli dan memainkan game mereka. Ini bisa membantu industri game lokal tetap bertahan di tengah larangan ini.
Larangan Steam di Vietnam telah mengejutkan banyak pihak. Meski alasan pastinya belum jelas, dugaan pelanggaran regulasi menjadi penyebab utamanya.
Dampak larangan ini sangat besar, baik bagi gamer maupun pengembang game lokal. Di tengah situasi ini, penting bagi komunitas gamer untuk tetap bersatu dan mencari solusi terbaik.
Temukan artikel lainnya dan Ikuti Gamefinity di Facebook, Instagram dan TikTok untuk update terbaru.
Jangan lewatkan top up di Gamefinity dengan harga murah untuk pengalaman gaming yang lebih seru!
Post Terkait:

