GAMEFINITY, Jakarta – Adi Asyauri yang dulu dikenal sebagai Coach Acil dan sekarang kerap disapa Coach Adi, adalah seorang mantan player RRQ divisi DotA 2 yang sempat juga menjadi coach RRQ Hoshi dan sekarang menjadi coach di tim Fnatic Onic.

Coach Adi dengan Hashtag #ACILOUT
Mantan coach RRQ ini sempat mendapatkan hujatan pada saat masih di tim sebelumnya dan dianggap menjadi kutukan sampai marak disuarakan #ACILOUT karena keberadaannya yang menjadi penyusun rencana dianggap menjadi pembawa bencana.
#ACILOUT juga sempat ramai dibicarakan karena Coach Adi selalu gagal membawa RRQ menjadi juara di M Series. Namun, RRQ tetap menjadi lawan yang mematikan di liga MPL ID.
Coach Adi mengakhiri perjalanan panjangnya di RRQ Tak lama setelah M4 World Series, dan Coach Adi sempat salah langkah saat melawan Echo yang membuat RRQ harus pulang pada posisi ketiga, dan hujatan yang tidak kunjung usai membuat Coach Adi memutuskan untuk pindah ke Onic Esports saat mulai memasukki MPL Season 11.
Baca Juga :
Menjuarai Berbagai Turnamen

Coach Adi merubah nama panggungnya dari Acil menjadi Adi ketika dirinya mulai masuk dan menjadi coach dari tim Fnatic Onic. Kedatangannya juga membuahkan hasil yang manis karena kehadirannya membawa Onic menjadi juara di MSC 2023 tahun lalu.
Di bawah Coach Adi, Onic berhasil menjuarai beberapa tournament secara beruntun dan membuat tim-tim Mobile Legends lain harus mengakui bahwa sang landak memang pantas untuk disebut raja langit. Mulai dari MPL Season 11, MSC 2023, ESL, dan MPL Season 12, dipegang oleh Onic.
Namun, ketika M5 kemarin, Dipimpin oleh Adi, Onic harus merasakan pahitnya juara 2 yang mungkin rasanya tidak jauh berbeda dari yang dirasakan Coach Adi pada saat M1 di laga Evos melawan RRQ tahun 2019 silam. Bahkan
Selalu Gagal Juara di Turnamen Dunia – Sejarah Coach Adi

Walaupun kalah di M5, Fnatic Onic tetap bangun dan kembali menjuarain MPL Season 13 kemarin setelah melawan Evos Glory. Kemenangan kali ini membuat para fans sekaligus penonton yakin bahwa Fnatic Onic sudah siap mengambil piala di MSC yang baru saja berubah nama menjadi Mid Season Cup dan naik ke skala yang lebih luas yaitu skala global
Sayangnya hasil yang didapatkan sangatlah di luar prediksi dari para penonton maupun pendukung Fnatic Onic. Karena Fnatic Onic harus gugur tanpa bisa mencapai babak playoff terlebih dahulu.
Coach Adi selalu menjadi orang yang membawa tim yang ia pimpin ke ranah dunia, namun selalu gagal untuk memenangkan turnamen kelas dunia. Sepertinya, selalu saja ada halangan untuk Coach Adi memenangkan turnamen sekelas internasional.
Akankah Coach Adi selalu menjadi pemilik gelar yang tidak bisa juara dunia walaupun selalu juara di liga lokal?
Temukan berita terkini lainnya di Gamefinity! Ikuti juga Facebook, Instagram, dan Tiktok untuk update terbaru. Jangan lupa untuk top up game lebih mudah menggunakan QRIS di Gamefinity.
Post Terkait:

