GAMEFINITY, Jakarta – Para penggemar game MMORPG klasik tentu tidak asing dengan Ragnarok Online. Game legendaris yang dikenal dengan grafis lucu dan dunia fantasi luas ini dulu menjadi favorit, mulai dari yang main di rumah hingga memadati warnet. Kini, di bawah naungan Gravity, Ragnarok hadir kembali—tetapi kali ini di platform mobile.
Meskipun terasa aneh di awal mengapa game ini tidak dirilis ulang di PC dengan pembaruan yang lebih matang, The Ragnarok pada mobile justru memberikan pengalaman unik yang tak kalah menarik. Gmin akan melakukan review The Ragnarok. Simak disini ya!
Baca juga:
Pengalaman Bermain Mobile yang Praktis dan Fleksibel

Setelah beberapa jam memainkan The Ragnarok di ponsel, keunggulan dari versi mobile mulai terasa. Bermain The Ragnarok menjadi lebih fleksibel, bisa dilakukan kapan saja, seperti saat di jalan, di kamar sambil rebahan, atau bahkan di sela-sela bekerja. Meski bukan remake total, The Ragnarok tetap mempertahankan struktur permainan klasik yang kita kenal. Ini lebih terasa seperti remaster, membawa esensi nostalgia dengan sentuhan baru untuk platform mobile.
Nostalgia dengan Sentuhan Baru – Review The Ragnarok

The Ragnarok berhasil mempertahankan elemen-elemen klasik, mulai dari kota Prontera yang ikonik hingga misi-misi awal di sewer. Bagi para pemain veteran, atmosfer nostalgia ini membangkitkan kenangan lama sambil menawarkan pengalaman bermain yang segar. Interaksi antar pemain juga cukup ramai, memberikan ruang bagi role play yang menyenangkan meski kadang keramaian ini menurunkan FPS dan membuat navigasi sedikit terganggu.
Fitur Auto: Membantu atau Mengganggu?

Salah satu perbedaan mencolok di versi mobile adalah adanya fitur auto untuk farming dan pathing. Di satu sisi, fitur ini mempermudah pemain yang lebih suka pengalaman kasual atau terbantu di layar ponsel yang kecil. Namun, untuk pemain yang terbiasa dengan Ragnarok versi PC, fitur auto mungkin terasa mengurangi kesan menantang dari permainan. Sistem auto pathing juga masih kurang sempurna; saat mencoba memburu mob di sewer, karakter sering kali bergerak tanpa arah karena terlalu banyak pemain yang memburu mob di area yang sama.
UI dan UX yang Butuh Perbaikan – Review The Ragnarok
Salah satu aspek yang terasa mengganggu adalah desain antarmuka (UI) dan pengalaman pengguna (UX) yang kurang optimal untuk ponsel. Tombol-tombolnya kecil dan sulit ditekan, terutama saat berada di area ramai atau dalam pertempuran. Hal ini membuat beberapa pemain kesulitan mengakses fitur, dan UI yang lebih responsif diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan bermain.
Sistem Job yang Familiar

The Ragnarok mempertahankan sistem job yang sudah dikenal pemain, seperti Thief, Swordsman, Mage, dan lainnya. Keberadaan kelas lanjutan seperti Assassin atau bahkan kelas spesial di end-game menjadi salah satu daya tarik utama bagi para pemain yang ingin menekuni permainan dalam jangka panjang. Pengembangan sistem job ini diharapkan akan terus berlanjut, membuka peluang hadirnya Expanded Class atau kelas lanjutan lainnya.
Secara keseluruhan, The Ragnarok menawarkan pengalaman Ragnarok klasik dalam format yang lebih praktis dan mudah diakses di ponsel. Dengan tambahan fitur-fitur baru yang mempermudah grinding, game ini cocok bagi pemain yang ingin merasakan nostalgia atau sekadar mencari game sampingan di waktu luang. Meski masih ada beberapa aspek yang bisa diperbaiki, The Ragnarok adalah pilihan yang solid untuk penggemar MMORPG klasik dan para pemain baru yang penasaran dengan dunia Ragnarok.
Post Terkait:
