GAMEFINITY, Jakarta – Game Wuthering Waves dibilang punya cerita yang mulai membosankan. Alasan yang dijelaskan para Player karena Story yang berfokus di karakter utama, Rover.
Wuthering Waves merupakan Game yang dikembangkan oleh Kuro Games. Latar belakang ceritanya diambil setelah kehancuran dan manusia hidup di era yang baru.
Sekarang ini mereka telah mencapai Patch 1.3 yang tak lama lagi masuk ke versi 1.4. Salah satu pemain mempertanyakan alasan sepinya Fandom Game tersebut.
Cerita yang Membosankan dari Wuthering Waves

Sebuah Menfess (Mention Confess) yang ada di X, menanyakan penyebab sepinya Fandom Wuthering Waves. Asumsi awalnya adalah karena kurangnya Husbu dalam gim tersebut.
Namun, berdasarkan balasan Menfess tersebut. Para pemain mengungkapkan sudut pandang mereka akan hal itu.
Salah satu komentar yang paling banyak mengenai cerita yang membosankan dan minimnya interaksi para karakter. Fokus dari Main Story yang ada selama ini berada di Rover atau karakter utama.
Rover adalah karakter yang dimainkan oleh pemain. Sedangkan, pemain juga butuh cerita yang berfokus ke Playable Character lainnya.
Sebuah penjelasan cukup mendetail ditulis oleh pengguna @Djkkul1. Ia mengatakan cerita Wuthering Waves membosankan karena semuanya berputar di Rover.
Tiap karakter lain bergantung pada Main Character (MC) tersebut. Ia memberikan contoh, di mana seharusnya Xiangli Yao bisa memiliki interaksi dengan Mortefi dan Baizhi karena mereka berteman.
Namun, Kuro Games membuat hal-hal tersebut tidak ada di cerita utama. Para pemain yang menyukai Lore harus membaca Background karakter lagi sendiri untuk mengetahui bahwa mereka berteman.
Tidak hanya itu, Voice “Thought” para karakter juga terasa seperti berputar-putar di Rover. Padahal seharusnya bisa dibuat untuk menampilkan sisi karakter tersebut.
Walaupun memang tidak dapat dipungkiri bahwa MC harus bersinar. Namun, menurutnya, karakter Playable lain seharusnya juga diberikan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan mereka.
Apalagi ada banyak karakter penting yang sama kuatnya. Wuthering Waves membuat hanya Rover yang dapat menyelesaikan masalah. Game Casual dengan penuh cerita biasanya menjadi salah satu hal yang menarik para pemain untuk terus bermain.
Alasan Lain yang Membuat Sepi Fandom

Hal lain yang membuat Fandom Game RPG ini sepi adalah kurangnya karakter laki-laki. Namun, fenomena ini sudah menjadi masalah umum di Mainland China.
Sekarang, tugasnya Kuro Games untuk meningkatkannya. Selain itu, di Indonesia sendiri, WuWa membutuhkan Device dengan spesifikasi kualitas tinggi.
Jika Device yang digunakan kurang mumpuni, permainan akan sedikit Lagging. Hal inilah yang membuat orang-orang malas bermain.
Secara keseluruhan memang dalam suatu Game selalu ada kritik dan masukkan. Namun, spesifikasi yang tinggi dan cerita yang kurang menarik memang menjadi masalah utama.
Gfers yang bermain Wuthering Waves, bagaimana menurutmu?
Baca lebih banyak berita menarik seputar Game, Esports, Anime, film, dan lainnya di Gamefinity. Jangan lewatkan promo menarik untuk Top Up Voucher dan Games setiap harinya!
Post Terkait:

