GAMEFINITY.ID, Jakarta – “Konsep Revitalize dari Carmilla pasti kuat banget untuk buying time…” kata Lim Kocul, pada saat Geek Fam bertemu dengan Alter Ego. Suaranya kini kerap kali di dengar dalam komentator dalam laga Mobile Legends Profesional League (MPL ID S13). Lim Kocul, yang memiliki nama lengkap Herliawan Lim menjadi salah satu Caster di liga franchise populer esports itu saat ini.
Suaranya tidak memiliki kemerduan, jelas saja karena bukan penyanyi di atas panggung. Tetapi seperti ada yang kurang ketika tidak ada Lim Kocul yang memandu dan mengomentari jalannya pertandingan. Dirinya menjadi pelengkap dalam setiap pertandingan, seperti bumbu penyedap yang tidak bisa tidak ada. Kehadiran Caster menjadi salah satu alasan kenapa pertandingan Esports selalu seru dan greget.
Tetapi, perjalanan Lim Kocul menjadi Caster bukanlah sesuatu yang mudah. Cerita tentang dirinya yang kini menjadi Caster dan suaranya dirindukan dalam setiap pertandingan memiliki kisah mengagumkan di dalamnya. Dirinya bahkan pernah dihadapkan pada pilihan berat tentang kebutuhan hidup.
Passion Lim Kocul di Dunia Esports Sejak Usia 11 Tahun

Petualangannya di Dunia Esports bisa dikatakan sedari dini, sesuatu yang diperjuangkannya terus menerus. Lim Kocul mengakui dirinya mulai menggeluti dunia Esports ketika mengenal game di warnet. Perkenalannya dengan sebuah game membuatnya menyadari bahwa dirinya menyukai hal seperti itu.
“… Gua tertarik dengan game PC dari umur 11 tahun, dan gua sempat jadi player juga. Di umur 12, gua nemuin passion yang bener-bener serius di dunia game PC,” jelas Lim, saat diwawancarai di MPL ID S13.
Merasa menemukan passionnya di game, Lim menjadikan itu sebagai cita-citanya. Awalnya dirinya bukan ingin menjadi Caster, tetapi Profesional Player. Untuk mencapai itu semua Lim Kocul banyak melakukan pengorbanan, Mulai dari kerja serabutan; buruh pasang kabel; hingga Ojek Online (Ojol) dilakoninya.
Sayangnya kultur PC Game di Indonesia sulit berkembang saat itu membuat dirinya sadar untuk mencari profesi lain yang masih relate dengan game.
“… di umur 20-an, gue ngerasa gak bisa kayak gini.” tutur Lim Kocul saat bercerita tentang titik baliknya di dunia Esports.
Berkenalan dengan Dunia Caster di Esports

Pemikirannya tentang kesulitan untuk naik Pro Player PC Game telah diturunkan. Lim Kocul berhasil mengalahkan egonya sambil tetap menjaga asa berkecimpung dalam esports. Bak pucuk dicinta, ulam pun tiba. Lim Kocul pun berkenalan dengan sebuah platform yang membawanya ke dunia ShoutCaster.
Secara dasar, Lim Kocul belum memiliki pengetahuan, wawasan dan kemampuan tentang dunia barunya. Dirinya mengaku bahwa yang dimiliki adalah pengetahuannya tentang in game. Dirinya diterima dan memulai sebuah profesi baru sebagai Caster. Meski begitu Lim Kocul, terus memperbaiki penampilannya dan mulai mencari tahu tentang shoutcasting yang baik dan benar.
“Karena nggak bisa cuma sekedar jual ilmunya, juga harus belajar cast-nya, karena waktu itu gua nge-cast sendiri.” tuturnya menceritakan pengalamannya masuk ke dunia Caster.
Menariknya, nama Lim Kocul adalah nama yang muncul karena dunia barunya. Dirinya mengakui ketika menjadi Caster dengan seorang teman yang lebih dulu, akhirnya mendapatkan nama panggung seperti itu. Nama Lim Kocul pun akhirnya melekat hingga saat ini.
Lim Kocul, Mencicipi Pengalaman Kompetitif Tapi Bukan Sebagai Pro Player
Dunia Caster, bukan menjadi dunia yang mudah dimasuki, di MPL ID, Lim Kocul hanya mendapat beberapa kali jadwal. Hal itu tidak membuatnya putus asa, dirinya melihat masih ada kesempatan. Wajar saja, melihat perkembangan MPL dan game Mobile Legends yang cukup baik.
Ketika dirinya sedang fokus dengan tujuannya, sebuah tawaran tiba-tiba datang. Berawal dari sebuah pertemuannya dengan Godiva di Taman Anggrek. Tim yang bernama Capcorn itu belum memiliki manager dan meminta tolong bantuan Lim Kocul untuk menjadi manager. Lama-kelamaan hal itu berlanjut, sayangnya sulitnya membagi waktu membuat dirinya mengundurkan diri dari manager Capcorn.
Dirinya terus menekuni dunia ShoutCaster, meskipun project belum banyak masuk. Hingga akhirnya Tawaran datang dari team MPL Lain bernama Genflix Aerowolf. Saat itu dirinya ditarik oleh Jack Lee, seorang teman yang ditemukan ketika membersamai Capcorn. Berawal dari sana Lim Kocul memiliki prestasi dalam skena kompetitif esports dengan membawa Genflix ke peringkat 3. Lim Kocul tidak lama berada di tim itu, sebab setelah itu Genflix Aerowolf dibeli dan berganti nama menjadi Rebellion (RBL).
Perjalanan skena kompetitif Lim Kocul tidak hanya sampai di sana. Setelah itu dirinya kembali ditarik oleh tim Dewa United, hal itu berkat adanya Jack Lee. Selain itu, setelahnya bahkan ketika dirinya sudah menyakinkan diri menjadi Caster sepenuhnya tawaran-tawaran dari tim besar datang.
“RRQ, EVOS, AURA dan Homebois,” jelasnya saat menjelaskan tim mana saja yang menghubunginya.
Ajang International Menjadi Pembuktian Lim Kocul

Perjuangan Lim Kocul untuk menjadi Caster akhirnya terwujud dan berada dalam pertandingan internasional yang diimpikannya pun tercapai. Dirinya menjadi Caster pada M4 yang saat itu Indonesia menjadi tuan rumahnya. Orang Tua Lim Kocul yang diundang datang pada pertandingan di M4 pun terlihat bahagia. Suaranya menggema memenuhi isi stage M-Series, kata-kata yang keluar dari dirinya menjadi pelengkap meriahnya event tahunan bergengsi ini. Pada akhirnya Lim Kocul dapat membuktikan buah dari konsistensinya.
Meskipun begitu dirinya sadar bahwa apa yang didapatkannya belum mencapai puncaknya. Untuk melakukan itu tentunya dirinya harus berusaha lebih keras lagi.
“Gue Mau nge-cast di Final MPL ID,” ujar Lim Kocul. Dirinya juga menyadari bahwa skena MPL sendiri sudah memiliki nama-nama besar sekaligus ikon seperti, Pak Pulung, Ranger Emas, KB dan lainnya. Tetapi perjuangannya untuk sampai di MPL pantas untuk diapresiasi dan cita-citanya di final MPL ID pantas untuk ditunggu.
Post Terkait:

